Kamis, 21 November 2013

Project Agama (Kristen)


 

HALAMAN 33
Kegiatan 2
1.  Abraham 

Latar Belakang Kehidupan             : Hidup bersama seorang istri
Nilai-nilai yang dimiliki                    : Takut akan Tuhan, menyerahkan serta percaya pada Tuhan
Karakter                                        : Mencintai Allah lebih dari segalanya, pelaksana firman Tuhan
Keteladanan                                   : Memiliki iman yang besar
Penerapan                                      : Kita harus rela mengorbankan sesuatu yang Tuhan perintahkan.        Harus menjalani segala perintah Tuhan dan mendahulukan Tuhan dalam segaalanya.

2.  Yusuf
Latar Belakang Kehidupan            : Anak kesayangan Yakub, yang dijual oleh saudara-saudaranya         sebagai budak di Mesir
Nilai-nilai yang dimiliki                   : Berintegras tinggi, selain itu Ia memiliki kasih yang besar
Karakter                                       : Rajin, tidak mendendam, baik hati
Keteladanan                                  : Harus menyayangi semua dan tidak mendendam, jujur
Penerapan                                     : meskipun kita dijahati oleh orang lain, tidak seharusnya kita mendendam. Kita harus dapat mengampuni. Dan lebih baik mempertahankan kebenaran daripada mengikuti kenikmatan sesaat

           3. Daniel
Latar Belakang Kehidupan            :  Berasal dari keluarga bangsawan      
Nilai-nilai yang dimiliki                   : sangat dekat dengan Tuhan, tekun menjalani perintah-perintah taurat
Karakter                                       : Kuat, setia
Keteladanan                                  : Ia tetap menjalankan perintah Tuhan dan selalu berdoa kepada Tuhan meskipun Ia memiliki jabatan yang tinggi 
Penerapan                                     : Dalam keadaan suka maupun duka, kita harus tetap berpegang teguh kepada Tuhan

      4.  Daud
Latar Belakang Kehidupan            : Diangkat sebagai panglima perang setelah berhasil mengalahkan Goliat. Lalu Ia diurapi menjadi raja Israel menggantikan Saul
Nilai-nilai yang dimiliki                    : Akrab dengan Tuhan, memiliki iman yang sangat besar
Karakter                                        : memiliki iman yang teguh, Ia tetap mengasihi Saul meskipun Saul sangat membencinya 
Keteladanan                                   : Ia tetap mengasihi dan menghormati Saul sebagai orang yang diurapi Allah sekalipun Saul telah berupaya mencelakai dan membunuh Daud
Peneerapan                                    : Kita harus mengasihi semua orang sekalipun orang itu sangat membenci kita. Dan kita juga harus tetap menghormati orang lain.


           5. Stefanus
Latar Belakang Kehidupan           : Salah satu diaken jemaat setempat. Dalam pelayanannya Ia banyak melakukan mukjizat dan tanda 
Nilai-nilai yang dimiliki                  : Imannya teguh atas kebenaran Allah. Tidak hanya mengasihi  mengasihi orang-orang yang membenci Stefanus
Karakter                                      :Seorang yang penuh dengan Roh Kudus, berhikmat, karunia dan kuasa
Keteladanan                                 : Ia sangat baik karena Ia berdoa kepada Tuhan agar Tuhan tidak menanggungkan dosa kepada orang-orang yang membunuhnya. 
Penerapan                                    : Ia rela mati dirajam batu karena Ia pandai bersoal jawab tentang kebenaran dan kuasa Allah. Kita harus mengasihi orang-orang yang membenci kita. Jika kita melakukan segalanya demi kemuliaan nama Tuhan, maka tak ada satupun yang sia-sia.

5. Timotius
Latar belakang kehidupan        : lahir dari perkawinan campur
Nilai-Nilai yang dimiliki            : Meskipun Ia sulit bergaul dengan orang Yahudi tapi Ia tetap berjuang dan gigih
Karakter                                 : Setia, tekun, gigih
Keteladanan                            : Sangat gigih melayani dan Ia tidak melakukan pekerjaan demi kepentingan dirinya sendiri. Wibawa seorang pemimpin terletak pada keteladanan hidup.
Penerapan                               :  Kita harus berjuang dengan gigih dan belajar bahwa wibawa seorang pemimpin ada pada keteladanan hidup.Bila orang melihat di dalam diri pemimpinya ada cerminan kehidupan Yesus, maka dengan sendirinya mereka akan menghormatinya.


HALAMAN 44
Refleksi atas Cerita

1.                   Theodora dan Didimus kekasihnya
Nilai yang dipertahankan          : Theodora dan Didimus tidak tergoyahkan untuk tetap menyembah Kristus hingga mereka dihukum mati dengan cara dipenggal lalu mayatnya dibakar.
Tanggapan                               : Kita harus mencontoh mereka. Kita harus tetap menyembah Kristus walau apapun terjadi. Meskipun pada akhirnya Theodora dan Didimus meninggal, tapi mereka tidak mati sia-sia.


2.                   Marinus
Nilai yang dipertahankan         : Meski telah dbujuk Arkheus untuk menyembah dewa tapi Ia tidak melakukannya meskipun akhirnya Ia tidak mendapatkan jabatan yang diingininya dan harus meninggal.
Tanggapan                              : meski sempat dilema, tapi Marinus tetap tidak menyangkal Yesus dan Ia mendapatkan hidup kekal yang telah dianugerahkan kepadanya oleh Yesus. Dengan demikian Ia terhitung sebagai martir. Dari kisah ini, apapun yang ada di dunia hanya sementara. Tuhan memberi kehidupan kekal bagi semua yang percaya pada-Nya. Sehingga tidak apa-apa meskipun kita mati demi mempertahankan iman. Karena kita harus tetap mempertahankan iman dan tidak menyangkal Yesus.


3.                   Sebastianus
Nilai yang dipertahankan         : Ia tidak terpengaruh untuk menyembah dewa-dewi dan mempertahankan bahwa Agama Kristen baik dan tidak ada unsur-unsur kejahatan.
Tanggapan                              : itu hal benar untuk dilakukan. Terbukti bahwa Agama Kristen baik dan tidak ada unsur kejahatannya.


4.                   Fransiskus dari Asisi
Nilai yang dipertahankan         : setelah keluar penjara, Ia memutuskan untuk jadi Kristen sebenarnya. Dan selama sisa hidupnya, Ia mengajarkan tentang kemiskinan, pertobatan, kasih persatuan dan perdamaian. Ini bukti Ia taat pada perintah Yesus untuk menyangkal diri.
Tanggapan                              : meskipun saat masih muda Fransiskus adalah pemberontak, tapi pada akhirnya Ia bertobat dan menolong orang-orang miskin dan menyangkal dirinya. Penderitaannya hebat dan menakutkan. Tapi bagus karena Ia pada akhirnya menjadi Kristen sebenarnya dan memberitakan Injil Kerajaan Allah.


By : Novena F. S
Sumber : buku paket agama Kristen


Agama (Kristen)



Nilai dan Norma dalam Apek Pendidikan


DEFINISI PENDIDIKAN
Definisi Awam
“Suatu cara untuk mengembangkan ketrampilan, kebiasaan dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi warga negara yang baik”.
“Tujuannya untuk mengembangkan atau mengubah kognisi, afeksi dan konasi seseorang”.

Aspek pendidikan adalah aspek yang penting dalam kehidupan. Baik dalam kehidupan beragama, bermasyarakat maupun bersekolah.
            Nilai adalah suatu hal yang dianggap baik, perlu dan penting. Sedangkan norma adalah peraturan yang berlaku di masyarakat.
            Nilai dan norma yang terdapat di aspek pendidikan dapat meliputi kejujuran, dan menghormati guru dan semua warga sekolah, dll.

1.      Kejujuran
Allah mengharapkan dan layak mendapatkan kejujuran. Ada dalam Alkitab,”Engkau menuntut ketulusan hati; penuhilah batinku dengan hikmat-Mu” (Mazmur 51:8). Tidak-jujur terhadap orang lain adalah sama berbahaya dan sama lamanya dengan luka jasmani. Ada dalam Alkitab,”Orang yang bersaksi dusta terhadap sesamanya adalah seperti gada, atau pedang, atau panah yang tajam” (Amsal 25:18). Tuhan tidak setuju dengan ketidakjujuran dalam segala urusan dan bisnis.
Katakan yang benar. Ada dalam Alkitab,”Orang jahat terjerat oleh kata-kata buruk yang diucapkannya; orang baik luput dari kesukaran. Setiap orang mendapat ganjaran sesuai dengan kata-kata dan perbuatannya; masing-masing diberi upah yang setimpal” (Amsal 12:13-14). Keuntungan melalui tipuan hanya terasa enak sebentar saja. Ada dalam Alkitab,” Harta hasil tipuan, mula-mula lezat rasanya, tetapi kemudian terasa seperti kerikil belaka” (Amsal 20:17).
Jadi, kita telah diajarkan Tuhan Yesus untuk selalu jujur. Nilai di dalam aspek pendidikan yaitu, kita tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak jujur. Contohnya adalah mencotek. Menontek dikatakan sebagai hal yang tidak jujur karena kita tidak mengerjakan tugas atau ulangan dengan usaha kita sendiri melainkan menyalin pekerjaan milik orang lain. Sedangkan norma yang terkadung dalam aspek ini aadalah jangan mencontek.
Allah paling menghargai kejujuran. Ada dalam Alkitab,”Perbuatan yang adil dan benar lebih menyenangkan TUHAN daripada segala persembahan” (Amsal 21:3).

2.      Saling Menghormati
Ada orang yang berpendapat, bahwa yang harus kita hormati itu adalah Tuhan dan bukan manusia. Namun hal itu tidak 100% benar. Memang Alkitab melarang kita untuk memberhalakan sesama kita dan hanya Tuhan yang patut disembah dan dimuliakan, namun Alkitab juga tidak mengajarkan kita untuk bersikap kurang ajar dan tidak menghormati sesama kita.
Kita menghormati sesama kita bukan karena mereka tidak mempunyai kekurangan dan kelemahan, tetapi demi Tuhan. Artinya kita menghormati sesama kita karena kita mau taat kepada Tuhan, bukan karena kita takut pada manusia dan bukan karena manusia itu sendiri sempurna sehingga kita hormati
Kita dapat menerapkannya dengan cara saling mengormati seluruh warga sekolah. Kita harus mendengarkan dan memperhatikan ketika seseorang berbicara, terlebih saat guru menmberikan materi. Lalu, kita juga harus menghormati karyawan yang bekerja di sekolah. Jangan melihat dari pekerjaan yang mereka lakukan, bagaimanapun kita harus menghormati mereka. Kita juga harus menghormati sesama murid. Kita harus terlebih dahulu menghormati orang lain jika ingin dihormati. Itu adalah nilai dan norma yang terkandung.

By : Novena F. S
Sumber : buku paket agama kristen dan google

contoh resensi



RESENSI NOVEL DIA, TANPA AKU







Judul                            : Dia Tanpa Aku
Pengarang                   : Esti Kinasih
Penerbit                      : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit               : Januari 2008
Jumlah Halaman         : 280 halaman
Cetakan ke                  : Kedua, Februari 2008
Tebal buku                  : 20cm
Kategori                      : Novel
Harga                          : Rp 38.000,-



Ronald, cowok kelas 2 SMA, sudah lama naksir Citra yang masih kelas 3 SMP. Tapi Ronald belum mau PDKT. Ia menunggu sampai Citra masuk SMA, karena itu ia hanya bisa mengamati Citra dari jauh.
Saat yang ditunggu Ronald selama berbulan-bulan akhirnya tiba. Citra masuk SMA!  Namun Ronald kecewa karena ternyata Citra masuk SMA yang sama dengan adiknya, Reinald, dan sekelas pula. 
Namun, keinginan dan harapan terbesar Ronald untuk mendekati Citra tak pernah terwujud. Saat ia mau nembak Citra, di tengah jalan kecelakaan dan tewas di tempat, tidak jauh dari rumah Citra.
Reinald menganggap Citra-lah penyebab kematian kakaknya. Rasa marah dan keinginannya untuk menyalahkan Citra membuat sikapnya terhadap cewek itu menjadi penuh permusuhan.  
Sikap Reinald berubah drastis ketika Citra memutuskan untuk tidak lagi mengacuhkannya. Kini Reinald berada di posisi yang sama seperti Ronald dulu. Perubahan sikap Reinald itu tanpa sadar mendekatkan keduanya. Dan akhirnya Reinald tak lagi ingin menjaga Citra demi almarhum kakaknya.
“Gue suka cewek lo” ucap Reinald suatu hari di depan foto Ronald. Dan itu membuat sang kakak kemudian ‘kembali’!

***

Setelah membaca sinopsis nya mungkin sebagian orang berpikir ini novel "horror". Namun cerita ini adalah cerita romantis nan sedih.  
Di novel ini Esti Kinasih mengisahkan tentang Ronald, Siswa kelas 2 SMA yang sudah lama naksir Citra, Siswi  kelas 3 SMP.  Selama ini Ronald hanya mengamati Citra dari jauh. Ronald belum ingin melakukan PDKT ( pendekatan). Ia ingin menunggu Citra masuk SMA. Tetapi tanpa Citra sadari Ronald pernah membantu Citra saat Citra bersembunyi dari teman-teman Citra yang kesal pada Citra yang sangat ceria dan usil. 
Saat-saat yang ditunggu Ronald selama berbulan-bulan pun akhirnya tiba. Citra masuk SMA dan memakai seragam putih abu-abu. 
Namun Ronald kecewa karena ternyata Citra sekelas dengan Reinald, adiknya sendiri.  
Tetapi Ronald tidak pantang menyerah. Ronald dengan semangat datang kerumah Citra untuk mengutarakan perasaannya yang sudah lama ia pendam.  
Keinginan dan harapan terbesar Ronald untuk mendekati Citra tak akan pernah terwujud. Ronald kecelakaan dan tewas di tempat, tidak jauh dari rumah Citra.
Reinald menganggap Citra-lah penyebab kematian kakaknya.  Reinald sangat membenci Citra, hingga  mereka sering bertengkar tanpa alasan.
Citra memutuskan untuk mengabaikannya. Kini Reinald berada di poisi yang sama seperti Ronald dulu. Perubahan sikap mereka berdua itu tanpa sadar mendekatkan keduanya.  Reinald pun akhirnya menyadari bahwa selama ini ia menyukai Citra.
Hal itu membuat Ronald ‘kembali’, Reinald selalu mecium bau parfum kakaknya dan merasa kakaknya, Ronald berada disekitarnya. Reinald mulai ‘dihantui’ oleh Ronald. Bukan hanya reinald, Citra juga merasakan hal-hal yang aneh.
Hingga Ronald curhat pada sebuah Radio yang didengar Oleh Reinald dan Citra bahkan mereka bisa berkomunukasi. Reinald dan Citra merasa ketakutan. 
Di akhir Citra tahu tentang Ronald dan dibawa Ziarah ke Kuburan Ronald. Mereka pun langsung pergi ke makam Ronald untuk meminta maaf. 
Walaupun Novel ini terkesan tidak masuk akal, Novel ini mampu membuat kita mengikuti alur. Saat sedih, kita seperti merasakan apa yang dirasakan tokoh. Novel ini berhasil menciptakan suasana kehidupan sehari-hari remaja.
Sayangnya ending novel ini tidak klimaks. Pembaca tidak tahu, apakah nanti Reinald akan bersama Citra dan bahagia selamanya atau tidak.
Sebaiknya penulis membuat akhir cerita pada novel ini lebih jelas sehingga endingnya klimaks. terakhir, Novel ini sangat bagus dan dianjurkan untuk dibaca.



Novena Firdaus Santoso
XI-B2